Mengurus Passport Secara Online = Mudah?


Kalo lo tanya gue, jawabannya tidak.

Awalnya gue menaruh harapan tinggi sama prosedur pengurusan passport online, karena gue pikir bakal lebih cepat dan ga ribet. Ternyata masih belum sesuai harapan gue, mudah-mudahan karena sistem ini masih baru aja dan nantinya akan diperbaiki sambil jalan. Daripada gue ngedumel, mending gue rinci aja ya prosedur pembuatan passport secara online dan offline.

Online:
– Melengkapi dokumen yang dibutuhkan, di-scan grayscale dan ukuran tiap file max. 300 KB.
– Mengisi formulir pembuatan passport online dan meng-upload dokumen yang sudah di-scan.
– Mencetak tanda bukti pengiriman formulir (ada di akhir proses) dan membawanya pada saat datang ke kantor imigrasi.
– Menunggu 3-5 hari kerja sebelum datang ke kantor imigrasi (katanya untuk memastikan data yang di-upload sudah diterima).
– Sampai di kantor imigrasi, mengambil formulir dan nomor antrian.
– Membeli map pengurusan passport (10rb).
– Mengisi formulir yang sebetulnya isinya sama persis dengan formulir online.
– Membawa dokumen asli dan fotokopi yang sama persis dengan file yang sebelumnya di-upload.
– Mengantri untuk pemeriksaan berkas yang hanya dilakukan oleh 1 petugas. Lamanya.. Dalam 30 menit cuma bisa meriksa 7 berkas (oh yes gue hitung waktunya).
– Membayar biaya pembuatan passport sebesar 270rb.
– Mengantri untuk foto dan wawancara.
– Mendapat tanda terima pengambilan passport (selesai 3 hari kerja setelah foto).
– Total kedatangan yang dibutuhkan: 2x (termasuk mengambil passport jadi).

Offline:
– Melengkapi dokumen yang dibutuhkan, asli dan fotokopi.
– Mengambil formulir dan nomor antrian.
– Membeli map pengurusan passport (10rb).
– Mengisi formulir.
– Mengantri untuk pemeriksaan berkas.
– Mengambil tanda terima penyerahan berkas.
– Melakukan pembayaran dan foto serta wawancara di hari berikutnya.
– Menunggu passport jadi (3 hari kerja).
– Total kedatangan: 3x.

Jadi menurut gue perbedaan signifikannya ada di jumlah kedatangan ke kantor imigrasi, kalo offline butuh 3x datang sedangkan online dipotong 1x jadi cukup 2x aja. Apakah ini sebagai kompensasi karena disuruh ngisi formulir 2x? :P Yang jelas antriannya semuanya sama, ga ada bedanya.

Oya, ini daftar dokumen yang dibutuhkan:
– Foto kopi KTP
– Foto kopi kartu keluarga
– Foto kopi akte kelahiran dan/atau surat tanda tamat belajar (bisa jenjang sekolah apa pun, ga usah yang terakhir)
– Foto kopi surat nikah

Jangan lupa dokumen asli harus dibawa waktu mengurus passport, karena nanti akan diperiksa kecocokannya dengan foto kopinya.

Kalau untuk anak di bawah 17 tahun, ortunya harus menyiapkan semua dokumen di atas ditambah akte kelahiran anak dan mengisi surat pernyataan yang bisa diambil di kantor imigrasi.

Dan ini do’s and don’ts pengurusan passport:
– Datang pagi-pagi, jam 7 deh. Gue datang jam 8.15 dan berakibat fatal: gue baru selesai wawancara jam 2 siang.
– Siapin fotokopi semua dokumen dalam kertas ukuran A4 (maksudnya fotokopi KTP jangan digunting jadi kecil, biarin aja banyak space kosong) dan jangan difotokopi di kantor imigrasi karena antrinya gila banget (dan ga tertib, gue sampe cape nyuruh orang untuk jangan nyelak).
– Kalo lo ngisi formulir online untuk perpanjangan passport dan kota penerbit passport lo beda dengan kota yang lo tinggalin sekarang, pastikan lo milih kota yang lo tinggalin sebagai kota penerbit. Misalnya: passport gue dulu dibuat di Jakarta Timur tapi sekarang gue tinggal di Surabaya, gue seharusnya milih “Surabaya” sebagai kota penerbit (kayaknya maksudnya kota penerbit passport yang baru deh). Karena gue milih “Jakarta Timur” walhasil formulir online gue dianggap gagal (terkirim ke Jakarta Timur dan ga bisa diproses di Surabaya) dan besok gue harus balik lagi buat foto (formulir gue diproses secara offline). Ibaratnya nih, udah kontraksi akibat induksi tapi bayinya ga lahir juga dan harus c-section. Sakitnya 2x. Capenya 2x. Dan dalam kasus pengurusan passport, mangkelnya berkali-kali.

Akhirnya sih gue cuma mikir: oh mungkin gara-gara itu passport masa berlakunya 5 tahun, kalo masa berlakunya cuma 2 tahun dijamin orang-orang pada stress harus ngejalanin proses ini sering-sering :P

PS: passport bayi bisa kok diproses secara online (masukkan NIK dari Kartu Keluarga sebagai nomor identitas, tanggal berlakunya sesuai dengan KTP ayah/ibu). Buktinya malah passport Nara yang sukses sedangkan passport gue gagal total :D Oya, kalo mengurus passport anak < 17 tahun, jangan lupa minta surat pernyataan waktu beli map.

About these ads

17 thoughts on “Mengurus Passport Secara Online = Mudah?

  1. Ada cara yang lebih jitu mbak :
    (1). Kirimkan semua dokumen ke orang travel kantor
    (2). Datang pada jam dan hari yang ditentukan, cuma nunggu setengah jam lansung difoto
    (3). 3 hari kemudian passport nya dikirimkan ke kantor

    and : (4). Terima tagihan 500 rbu kekekekeke

    • Hihi kan tadinya aku mo nitip orang travel, tapi kemakan omongan kayanya ngurus online gampang akhirnya penasaran nyoba. Ya ampun ternyata gila banget deh, tau gitu mendingan nitip orang travel aja.

    • mbak…aku juga mau urus passport…tapi kok ribet kayaknya. Boleh tau gak no hpnya orang travel. Oh ya aku di Surabaya. Mksh ya..

    • Duh apa ya, lupa. Tapi waktu itu sukses di-submit kok formnya. Ga ada pilihan yang tanpa pekerjaan? Maaf ga nolong banget nih jawabannya.

    • Wah, Nara kan masih kecil jadi ga punya KTP. BTW maksudnya apa ya KTP WNI? Coba cek aja lagi persyaratan pembuatan passport di webnya, kalo anak < 17 tahun juga butuh dokumen ortunya.
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

  2. Pingback: Updated: Mengurus Passport Secara Online | My online diary

  3. keren deh mbak infonya… tadinya aku dah hopeless mau pake calo aja, eeeh baca blog ini, jadi semangat urus sendiri. tapi siap2 dengan kondisi kalo bakalan aneh yg terjadi di kantor imigrasi. tapi tipsnya sangat membantu.. thx ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s