Mencoba Cloth Menstrual Pad


Setelah puas nyoba-nyoba cloth diaper buat Nara, akhirnya gue pun penasaran sama cloth menstrual pad. Yang ini tentunya buat gue ya😉

Alasan utama gue penasaran sih karena gue pernah dapet informasi tentang berbagai penyakit wanita yang konon disebabkan oleh pembalut wanita sekali pakai. Memang penyakit-penyakit itu belum tentu gara-gara pembalut, tapi gue jadi lebih aware sama bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Apalagi kalo bahan kimia itu dikombinasikan sama kebiasaan males ganti pembalut, ngebayanginnya aja gue jadi ngeri😦

Cloth pad ini bentuknya mirip sama pembalut biasa, tapi terbuat dari kain dengan soaker yang memiliki daya serap tinggi. Cara pakainya juga hampir sama, tapi kalo pembalut biasa direkatkan dengan lem, cloth pad dipasang dengan 1 buah kancing. Jadi di tiap cloth pad ada wing yang harus dilingkarkan ke celana dalam dan akan ditahan dengan kancing (di bagian bawah). Jadi sebetulnya cloth pad ini bisa bergerak maju mundur, tapi menurut gue sih ga mengganggu pemakaian (kecuali lo akrobatik sana-sini ya, itu lain cerita). Kalo masih belum kebayang, percayalah you’ll understand it when you see it🙂

Awalnya sih gue agak-agak risih karena ngebayangin ribet nyucinya, tapi gue pikir kok gue egois banget kalo ga mau nyoba. Nara gue kasih cloth diaper dengan berbagai alasan, masa karena gue ngerasa males nyuci gue menolak nyoba cloth pad? Akhirnya dengan menjunjung semangat keadilan bagi Nara, gue pun mulai mesen cloth pad.

Seperti biasa gue cari aman, baca review sana-sini katanya merk-merk yang oke untuk cloth pad adalah merk-merk yang oke untuk cloth diaper. Jadilah gue pesen Fuzzi Bunz, Pink Daisy (diproduksi oleh produsennya cloth diaper Blueberry), dan Happy Heinys. Setelah dicoba ternyata gue ngerasa cocok, dan gue pun mesen beberapa cloth pad tambahan.

Cloth pad ini terdiri dari beberapa ukuran, mirip sama pembalut biasa. Umumnya tiap merk akan mengeluarkan 2 ukuran, untuk heavy flow dan medium/standard flow. Selain ukuran-ukuran itu ada juga yang bikin ukuran kecil untuk dijadikan panty liner dan ukuran super panjang untuk very heavy flow.

Kalo mau tau perbandingan tiap merk, ini dia hasilnya:

1. Fuzzi Bunz

fuzzi bunz


Untuk merk ini gue punya yang ukuran medium dan panty liner. Ukuran mediumnya sih bisa dipake selama 4-5 jam untuk orang-orang yang flownya medium. Keunggulannya adalah daya serapnya bagus dan soakernya ga bergeser-geser selama dipake karena ada jahitan dari depan sampai belakang (kebayang ga?). Kekurangannya yaitu nodanya agak susah hilang (masih tersisa warna samar walaupun nyaris ga keliatan), jadi mungkin agak risih aja diliatnya, kesannya belum bersih padahal udah dicuci-dijemur berkali-kali. Tapi noda ini ga berpengaruh sama daya serapnya kok.

2. Pink Daisy

pink daisy


Kalo ga salah, merk ini punya 2 tipe yaitu organic dan stay dry. Gue sendiri ga inget punya gue yang mana, tapi kayaknya yang stay dry. Ukuran mediumnya sedikit lebih panjang dan lebih lebar daripada FB, dan ini bisa jadi kelebihan sekaligus kekurangan. Maksudnya gini, dengan ukuran lebih lebar berarti daya serapnya juga lebih bagus, tapi kadang jadinya suka agak “ngelipet” dan jadi kurang nyaman dipakai. Kalo masalah daya serap sih ga usah diragukan lagi, bagus lah pastinya… Dan sesuai namanya, terasa kering walaupun dipake agak lama (tapi jangan karena terasa kering terus males-malesan ganti ya). Gue punya 2 ukuran, untuk malam hari dan siang hari dan PD ini ukurannya lebih panjang daripada merk-merk lainnya.

3. Happy Heinys

happy heinys


Nah ini merk yang paling banyak gue punya karena daya serapnya oke dan harganya paling murah😀 Ukurannya mirip sama FB, dan juga bisa dipake selama 4-5 jam untuk medium flow. HH ini lebih tipis daripada FB, tapi ini ga mengurangi daya serapnya. Kalo dicuci nodanya gampang banget hilang, jadi ga bikin bete yang nyuci😦 Kekurangannya, ga ada jahitan soaker dari depan sampe belakang seperti FB, adanya cuma sedikit di depan dan sedikit di belakang. Jadinya soaker bisa kelipet di bagian tengah, apalagi kalo lagi dicuci dan diperas. Harus dipastiin aja pas ngejemur kalo soakernya udah “terbuka” semua, jadi semua bagiannya benar-benar kering. Untuk HH gue punya 2 ukuran, yang untuk malam hari dan siang hari.

4. Bumwear

bumwear pantyliner


Merk ini gue beli belakangan karena gue lagi butuh panty liner tambahan. Gue udah nyari-nyari di beberapa toko, biasanya agak jarang yang jual panty liner. Akhirnya nemu juga yang jual Bumwear, tapi penjualnya juga ga yakin ini bisa dipake untuk hari terakhir menstruasi atau ga karena ga ada lapisan waterproofnya. Katanya sih panty liner ini biasanya dipake untuk sehari-hari aja, makanya ga dikasih lapisan waterproof. Tapi karena gue udah penasaran (dan butuh), ya gue beli deh dan gue coba. Ternyata bisa kok dipake untuk hari-hari terakhir mens, karena memang keluarnya udah tinggal sedikit banget (flek-flek doang).

Overall sih gue puas sama semua merk yang gue coba, tiap produk pasti ada keunggulan dan kekurangan masing-masing tapi ga ada kekurangan yang bikin ilfil dan kapok.

Kalo ada yang penasaran sama cara perawatannya dan jumlah cloth pad yang dibutuhkan, sabar dulu ya. Nanti gue tulis terpisah soalnya ini aja udah panjang banget 

8 thoughts on “Mencoba Cloth Menstrual Pad

    • Iya jadi bersih lagi kok, cuma emang beberapa merk nodanya susah ilang jadi warnanya masih nyisa dan permukaan si mens pad ga putih bersih lagi (jadi agak butek tapi bukan warna darah ya).

  1. Pingback: Charlie Banana « My online diary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s