Peanut Butter Choco Chip Muffin

Dari kemaren gue kebayang-bayang makan muffin anget, maklum idung lagi meler badan meriang tapi ga ada cemilan jadi kayaknya kalo ada makanan anget tuh bakal enaaaaak banget. Anehnya gue malah ga terlalu pengen makanan yang berkuah, padahal biasanya itu andalan kalo lagi ga enak badan kan. Nah, kembali ke muffin, gue bingung enaknya bikin muffin apa ya. Ga punya pisang, lagi males makan muffin coklat (dan belum nemu resep muffin coklat yang enak), ga ada cream cheese, semua ga ada kayaknya hahaha… Abis itu gue inget masih punya peanut butter belum dibuka dari dibeli 2 minggu yang lalu, kayaknya enak nih kalo bikin peanut butter muffin ditambahin choco chip. Nyam!!

Seperti biasa, gugel is my best friend jadi gue langsung deh ubek-ubek gugel nyari resep. Ketemu resep di Baking Bites tampaknya menjanjikan, tapi pas baca-baca comment kok campur aduk ya. Yang di bagian atas pada bilang enak banget eh begitu scroll ke bawah katanya ga ada rasanya. Bingung deh gue. Akhirnya demi mengalahkan rasa penasaran, gue tetep mau bikin tapi setengah resep aja daripada terlanjur bikin banyak terus beneran ga ada rasanya kan? Ternyata rasanya enak kok, untung gue jadi bikin tadi pagi walopun idung masih meler dan badan masih agak meriang. Bahan-bahan yang gue tulis di bawah cuma untuk setengah resep dan jadinya cuma 10 muffin dengan ukuran ga terlalu besar. Kalo bikin lagi gue mau buat langsung 1 resep supaya puas makannya 🙂

Peanut Butter Choco Chip Muffin

Bahan:

  • 1 cup + 2 sdm tepung serba guna
  • 1 sdt baking powder
  • 1/4 sdt garam
  • 1/3 cup brown sugar
  • 3 sdm butter, lelehkan dan dinginkan
  • 1/4 cup peanut butter (gue pake yang chunky)
  • 1 butir telur
  • 1/2 cup susu
  • 1/2 cup choco chip (gue pake dark)

Cara membuat:

  • Panaskan oven, siapkan loyang muffin dan paper cup.
  • Campur 1 cup tepung serba guna, baking powder, garam, dan brown sugar.
  • Di mangkuk kecil, campur choco chip dengan 2 sdm tepung yang tersisa. Sisihkan.
  • Dalam wadah terpisah, campurkan butter leleh, peanut butter, telur, dan susu.
  • Tuang bahan basah ke wadah bahan kering, aduk. Masukkan choco chip yang sudah dicampur dengan tepung.
  • Tuang adonan ke dalam loyang muffin hingga tiap cetakan terisi penuh.
  • Panggang selama 15 menit atau cek kematangan dengan cake tester/tusuk gigi. Angkat dan dinginkan.

Apa rasanya? Yang jelas enaaaakkk… Muffin ini bukan tipe muffin manis karena peanut butter kan emang ga manis dan brown sugar yang dipake cuma sedikit. Manisnya didapat dari choco chip, kalo ga mau pake dark bisa juga pake milk choco chip dan rasanya ga akan kemanisan. Karena gue pake peanut butter yang chunky jadi ada krenyes-krenyes dari potongan kacangnya, tambah enak sih menurut gue. Ga percaya kalo muffin ini enak? Silakan saksikan foto salah satu penghuni rumah yang lagi sarapan berikut ini:

Beberapa catatan dari gue:

  • Buat yang pake otang, kalo manasin otang nyalain api kompornya jangan malu-malu. Nyalain paling besar selama minimal 15 menit, begitu adonannya mau dipanggang baru dikecilin sampe paling kecil atau lebih besar dikit. Kalo ovennya kurang panas nanti muffinnya ga muncung ke atas malah bleber ke samping dan bentuknya kurang oke.
  • Isi cetakan muffin sampe penuh supaya atasnya merekah cantik. Ini aja menurut gue masih kurang penuh karena udah terlanjur naro adonan ke 10 cetakan jadi sisa adonan harus dibagi rata. Tapi jadinya tetep bagus sih (ingat, memuji hasil masakan sendiri itu tidak dosa haha).
  • Gue ga ngerti kenapa di beberapa resep nulis untuk nyampur choco chip sama tepung baru dicampur ke adonan, ini gue iseng aja ngikutin kayak gitu tapi kayaknya ga ada beda yang signifikan dibanding langsung nuang choco chip (tanpa tepung) ke adonan.
  • Buat Shinta dan Sefa: kali ini bukan hoax yaaaa 🙂
Advertisements

A Little Twist…

… to the usual banana muffin, and it turned out great 🙂 Dapet banyaaak pujian dari yang makan (lebay, padahal cuma 3 orang yang muji hihi) dan emang lumayan banget ganti rasa dari banana choco chip muffin yang biasa gue buat. Resep banana choco chip muffin sih dapetnya dari Shinta, tapi setelah gugel sana gugel sini kayaknya resep banana muffin ini emang andalan sejagat raya deh. Ada di allrecipes dan ada juga di banyak blog.

Bingung mau ngabisin cream cheese, gue iseng gugel “banana cream cheese muffin” eh ketemu resep ini. Setelah dipiki2-pikir males juga bikin banana muffin pake cream cheese tapi kok cinnamon crumb toppingnya sangat menggoda, ya udah bikin pake toppingnya aja kalo gitu. Resep gue modifikasi dikit di takaran gulanya supaya ga kemanisan dan vanilla extract (gue ga pake), sisanya sama. BTW resepnya Shinta juga persis begini gini, tapi cuma adonan + choco chip aja (tanpa cream cheese atau topping).

Banana Muffin with Cinnamon Crumb Topping (untuk 15 buah)

Bahan muffin:

  • 1 1/2 cup tepung serba guna
  • 1 sdt baking soda
  • 1 sdt baking powder
  • 1/2 sdt garam
  • 3 buah pisang, hancurkan
  • 1/2 cup gula pasir
  • 1 butir telur
  • 1/3 cup butter, lelehkan

Bahan topping:

  • 1/3 cup brown sugar
  • 1/4 cup tepung serba guna
  • 1/2 sdt kayu manis bubuk
  • 1 sdm butter, lelehkan

Cara membuat:

  • panaskan oven
  • campur tepung, baking soda, baking powder, dan garam
  • di wadah terpisah campurkan pisang yang sudah dihancurkan, butter leleh, gula, dan telur
  • tuang adonan basah ke adonan kering, aduk hingga menjadi lembab
  • tuang adonan ke dalam loyang muffin
  • untuk topping, campur semua bahan jadi satu hingga berbentuk butiran
  • taburkan topping di atas adonan muffin, panggang selama 20 menit

PS: toppingnya bisa buat 2 resep muffin tuh, dibikin setengahnya aja ya soalnya jadinya kebanyakan…

Nasi Bakar Salmon Jamur

Resep ini sebetulnya ngasal dan nyaris ga pake takaran, terinspirasi dari resep nasi bakar tuna (lupa linknya) dan arancini yang dibuat Meta. Gue kurang suka tekstur nasi bakar tuna karena terlalu kering tapi suka karena dibakar, gue suka tekstur arancini karena rada basah tapi sayangnya harus digoreng (kan ceritanya mengurangi gorengan sebanyak mungkin, yang digoreng-goreng jatahnya cemilan aja hihi). Akhirnya gue gabungin aja 2 resep itu, dan hasilnya nasi bakar versi gue yang dilahap habis sama Nara 🙂

Bahan:

  • nasi putih, untuk 2-3x makan
  • 2 sdm rolled oat (atau oat lain)
  • bawang merah & bawang putih, iris
  • 3 buah jamur champignon, iris
  • 100 gram salmon (atau ikan lain)
  • parutan timun
  • garam
  • merica
  • jahe, geprek
  • 1 lembar daun salam
  • 100 ml kaldu salmon
  • alufoil/daun pisang

Cara membuat:

  • rendam salmon dalam parutan timun selama sekitar 15 menit untuk menghilangkan amis, bilas dan tiriskan
  • didihkan salmon bersama jahe dan daun salam, kalo sudah mendidih kecilkan api dan masak selama 15 menit lagi hingga air berkurang, matikan api dan pisahkan salmon dari kaldu (jahe sama daun salamnya silakan dibuang ya)
  • tumis duo bawang hingga harum, masukkan jamur dan salmon yang sudah direbus dan dipotong kecil, beri garam dan merica, sisihkan
  • masukkan nasi putih dan rolled oat ke dalam panci, beri kaldu salmon dan masak hingga kaldunya meresap, matikan api
  • bentangkan alufoil/daun pisang, beri campuran nasi + oat dan salmon + jamur, gulung
  • nasi bisa disimpan di chiller selama 2 hari, kalo mau dimakan tinggal dipanasin di wajan dengan cara dibakar (tanpa minyak)

Makaroni Panggang

Petualangan gue sama makaroni panggang dimulai waktu gue kuliah, trial beberapa resep dan akhirnya dapet juga resep yang menurut gue pas – ga terlalu basah dan ga terlalu kering – hasil modifikasi beberapa resep. Yang gue tulis di bawah itu sebetulnya cuma 1/2 resep karena di rumah gue penghuninya cuma sedikit.

Makaroni Panggang (loyang 20×20 cm)

Bahan makaroni:

  • 125 gram makaroni (bisa elbow atau long yang dipatah- patahin)
  • 150 gram daging cincang (atau corned beef)
  • 45 gram keju cheddar, potong dadu atau parut (optional)
  • bawang bombay, potong kotak
  • 2 siung bawang putih, geprek dan cincang
  • 1 butir telur
  • 125 ml susu
  • jamur champignon, iris tipis (optional)
  • minyak untuk menumis
  • garam
  • merica

Bahan saus keju:

  • 1-2 sdm butter/margarin
  • 1-2 sdm tepung terigu
  • 2 sdm whipping cream (optional)
  • 90 gram keju cheddar, parut
  • 300 ml susu

Cara membuat:

  • Panaskan oven. Didihkan air, beri sedikit minyak supaya makaroni tidak lengket. Setelah mendidih, masukkan makaroni dan rebus hingga matang. Saring, sisihkan.
  • Panaskan minyak lalu tumis bawang bombay dan bawang putih hingga wangi. Masukkan jamur dan daging cincang, bumbui dengan garam dan merica (jangan dibuat asin, nanti kan pake keju lagi), masak hingga matang.
  • Dalam wadah, kocok telur dan susu. Masukkan tumisan daging, aduk, lalu tambahkan makaroni yang sudah matang. Tambahkan juga keju yang dipotong dadu/diparut (optional, kalo takut eneg bisa ga pake). Aduk, tuang ke loyang yang sudah diolesi sedikit butter/margarin.
  • Panggang selama sekitar 15 menit, lalu keluarkan.
  • Selama menunggu makaroni dipanggang, buat saus kejunya. Lelehkan butter lalu masukkan tepung terigu, aduk cepat lalu masukkan susu cair dan keju parut. Aduk hingga halus dan agak mengental. Angkat dari api.
  • Tuang saus keju di bagian atas makaroni yang telah dipanggang, ratakan lalu masukkan kembali ke dalam oven. Panggang lagi selama 30 menit.

Donat Panggang

Udah beberapa hari ini gue kepikiran untuk baking sesuatu, kangen baking setelah lebih dari 1 bulan ga bikin apa-apa. Niatnya pengen nyoba Donauwelle tapi belum sempat nyari sour cherry, ditunda dulu deh. Bikin muffin/cupcake udah bosen, males. Gaya banget deh bilang bosen, padahal bikinnya juga jarang dan resepnya itu-itu aja 😀 Inget-inget loyang yang ada di rumah, loyang donat baru dipake 1x untuk bikin cream cheese donut. Nah kayaknya cocok bikin donat panggang, bisa buat sarapan dan gampang.

Browsing-browsing, ternyata resep donat coklat panggang udah tambah banyak dibanding beberapa bulan lalu. Kenapa gue tau? Soalnya dari dulu udah sering browsing tapi ga bikin-bikin haha…

Gue nyoba resep dari sini (http://momadvice.com/blog/2011/04/fluffy-baked-chocolate-donuts) dengan beberapa modifikasi. Resep yang gue tulis di bawah udah resep versi gue, nanti reviewnya gimana bisa dibaca juga ya 🙂

Baked Chocolate Donut

Bahan:
– 1 cup tepung terigu serbaguna
– 1/4 cup coklat bubuk
– 1/2 sdt baking soda
– 1/4 sdt garam
– 1/2 cup susu
– 1/3 cup palm sugar
– 1 butir telur
– 4 sdm butter, lelehkan
– 1/8 sdt kopi instan, larutkan dengan 2 sdm air panas
– 1/8 sdt esens vanilla

Cara membuat:
– Panaskan oven
– Campur tepung terigu, coklat bubuk, baking soda dan garam (kalo mau hasilnya halus, bisa diayak)
– Dalam wadah terpisah, campur sisa bahan lainnya
– Masukkan bahan basah ke dalam mangkuk bahan kering, aduk rata
– Tuang ke loyang, isi 3/4 penuh
– Panggang selama 13 menit atau hingga permukaan donat membal (bola kali??) jika disentuh
– Dinginkan di atas cooling rack

Dan ini beberapa poin yang harus dicamkan baik-baik kalo mau nyoba resep itu:
– 1/4 cup coklat bubuk (gue pake Van Houten) menurut gue jadinya terlalu pekat, lain kali kalo bikin lagi bakal gue kurangin jadi 3 sdm aja.
– Di resep asli, gulanya 1/2 cup tapi karena gue ngeri baca gula segitu banyak, gulanya gue kurangin. Hasilnya? Rasa donatnya rada tawar kalo dimakan tanpa glaze. Karena tadi gue makan pake Nutella yang manis, rasanya jadi pas. Silakan dikira-kira lagi enaknya pake gula seberapa, disesuaikan sama glaze ya…
– Gue sempet bingung (selama nyaris seharian, tepatnya) kok bisa sih dengan adonan yang sama dan loyang yang (kira-kira) sama, gue bikin 10 donat sedangkan resep aslinya cuma jadi 6 donat? Trus kenapa adonan gue lebih encer? Dulu juga gue pernah bikin cream cheese donut adonannya kental, kenapa ini beda banget ya? Ternyata sodara-sodara… Gue salah masukin butter!! Harusnya cuma 4 sdt gue masuk 4 sdm 😀 Jelas aja encer. Ga nyesel kok, soalnya jadinya enak banget empuk2 gitu, ato bahasa kerennya: menul-menul 🙂 Tapi diinget-inget aja buat yang mau nyoba, aslinya cuma 4 sdt ya.

Green Tea Pound Cake

Ga sengaja nemu resep pound cake pas lagi browsing dan gue pun tertarik untuk nyoba. Dulu pas SMA gue dikenalin sama pound cake buatan Maxim’s sama temen gue Echa, gue suka banget makan pound cake itu dan bisa ngabisin setengahnya sendirian. Nah, gara-gara inget kebiasaan itu gue jadi penasaran pengen bikin pound cake sendiri. Demi memori masa muda (halah) gue pun bertekad bakal bikin pound cake.

Sebetulnya gue punya beberapa resep, tapi pas lagi milih-milih resep mana yang mau dicoba kok gue malah pengen bikin green tea pound cake. Nyari lagi dan gue nyampe ke blognya Elsye, pas banget dia punya resep green tea pound cake. Gue liat bahan-bahannya sama aja kayak pound cake biasa (cuma ditambah bubuk green tea) tapi cara membuatnya agak ribet karena putih dan kuning telurnya dipisah. Rada males sih, tapi karena terlanjur penasaran akhirnya gue niatin juga untuk bikin.

Resepnya gue modifikasi sedikit di jumlah gula dan tepung + green tea yang diayak karena green tea yang gue pake agak “lengket” dan lebih gampang dicampur kalo sebelumnya diayak dulu.

Green Tea Pound Cake
Sumber: Milk and Honey Cafe via Elsye – Sarang Japati

Bahan:
– 2 cup tepung serba guna
– 2 sdt baking powder
– 2 sdm bubuk green tea
– 1 1/4 cup gula pasir
– 5 butir telur, pisahkan putih dan kuningnya
– sejumput garam
– 1 cup butter, suhu ruang

Cara membuat:
– ayak tepung dan bubuk green tea lalu campurkan dengan baking powder, aduk rata
– kocok butter dan gula pasir hingga halus dan mengembang
– masukkan kuning telur satu demi satu, aduk rata
– matikan mixer, tuang campuran tepung ke dalam campuran butter dan aduk-balik (fold) menggunakan spatula
– tuang garam ke dalam putih telur, kocok dengan kecepatan sedang hingga berbusa lalu kocok dengan kecepatan tinggi hingga mencapai kondisi soft peak
– tuang kocokan putih telur ke dalam adonan lalu aduk-balik hingga tidak ada putih telur yang terlihat
– tuang adonan ke dalam loyang 9×5 in yang sudah dialasi dengan baking paper, ratakan atasnya
– panggang dalam oven yang telah dipanaskan selama kurang lebih 1 jam atau hingga cake tester yang ditusukkan bersih dari remah (pengalaman gue tadi, kalo udah matang bagian tengah pound cake akan naik lebih tinggi daripada pinggirnya)
– dinginkan selama 10 menit di dalam loyang lalu keluarkan dari loyang dan dinginkan langsung di atas cooling rack

Begitu kue ini jadi, gue langsung pengen motong dan makan karena deg-degan takut kuenya kurang manis (gulanya gue kurangin cukup banyak). Untungnya gue masih bisa menahan diri dan kuenya gue dinginin dulu selama sekitar 20 menit sebelum akhirnya gue makan. Hasilnya ternyata enak, manisnya cukup kapan-kapan pasti gue bakal bikin pound cake ini lagi 🙂

PS: Lengan gue pegel waktu nyampur tepungnya, berat!! BTW mixer Philips gue bergetar hebat waktu ngaduk 1 cup butter + gula, apakah ini pertanda gue harus ganti mixer dengan yang lebih oke? 😀
PS lagi: Susah deh kalo mo nyoba foto-foto, anak nempel mulu (literally, Nara minta dipangku selama gue ngaduk adonan). Gimana caranya ya supaya bisa latihan moto?

Bubur Ayam Jamur

Beberapa hari yang lalu gue bikin nasi ayam hainan dan ternyata kuah kaldu dan ayamnya masih nyisa (yang habis nasinya doang). Gara-gara ga rela ngebuang kuah kaldu (kalo di chiller cuma tahan 2-3 hari) gue pun mikir-mikir bisa dijadiin masakan apa lagi ya kuahnya. Tercetuslah ide cerdas (biasa aja sih sebetulnya) untuk bikin bubur ayam, apalagi kebetulan gue lagi pengen sarapan bubur ayam di rumah. Berbekal sekilas info dari nyokap (bikin bubur ayam tuh gampang banget, Ty… bahannya cuma bla3) dan googling sejenak, gue jadi yakin kalo bubur ayam emang cocok buat tukang masak odong-odong kayak gue, gampang! 😀 Ya sebetulnya udah tau dari dulu sih, cuma gue kan manja jadi males bikin sendiri hihi…

Bubur Ayam Jamur
Untuk 6 porsi

Bahan kaldu:
– 1/2 ekor ayam, cuci bersih
– 1/2 buah bawang bombay
– jahe, kupas dan geprek
– air matang untuk merebus

Bahan bubur:
– 1 cup beras, cuci bersih
– 1/2 cup rolled oat
– 1/2 sdt minyak wijen
– 1 sdt garam (optional)
– kaldu yang banyak (ga diukur tapi kayaknya 600 ml)
– air matang (untuk tambahan kalo kaldunya kurang)

Bahan ayam:
– ayam (dari bahan kaldu), pisahkan dari tulang lalu potong kecil
– 2 siung bawang putih, cincang
– 1/2 butir bawang bombay, iris kecil
– jamur champignon/merang, iris (gue lebih suka pake jamur merang)
– minyak untuk menumis
– 1 sdt minyak wijen
– saus tiram
– kecap manis (optional)
– merica
– sedikit air

Bahan pelengkap:
– kulit pangsit, potong kecil lalu goreng sebentar
– bawang goreng
– seledri, iris tipis (tadi ga pake karena abis)

Cara membuat:
– pertama buat kaldunya dulu. masukkan semua bahan kaldu ke dalam panci dan rebus hingga mendidih. setelah mendidih kecilkan api dan tetap rebus selama sekitar 15 menit. ambil ayamnya, saring bumbunya sehingga kaldu bebas dari bawang/jahe.
– sekarang bikin buburnya. masukkan semua bahan ke dalam rice cooker/panci dan masak hingga menjadi bubur. kemaren baru nyoba masak bubur pake rice cooker, enak juga ternyata fungsinya kayak slow cooker gitu, tinggal cemplungin semua bahan dan tadi pagi matang deh 🙂
– bikin ayamnya. panaskan minyak (gue pake extra light olive oil) dan minyak wijen lalu tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum. masukkan jamur dan ayam, beri saus tiram, kecap manis, dan merica. jika terlalu kental bisa ditambahkan sedikit air. masak hingga matang (ayamnya sih udah matang, tinggal liat jamurnya aja).
– sajikan bubur dengan bahan pelengkap (lupa bikin sambel hihi).

Dengan resep segampang itu, tadi pagi orang rumah bisa makan bubur yang enak. Karena masih banyak sisanya, gue bawa sebagian ke kantor buat anak-anak kos yang pasti kesenengan kalo dikasih makanan gratis 🙂