ANTI GAGAL: Slow Cooker Chocolate Lava Cake

Hayo siapa ibu-ibu yang anaknya udah mulai MPASI, punya slow cooker tapi cuma dipake untuk masak makanan bayi? *angkat tangan malu-malu*. Ini ada resep yang bisa dimasak pake slow cooker, jadi lumayan kan slow cookernya ga cuma dipake untuk masak bubur doang.

Resep ini lagi naik daun di twitter beberapa hari terakhir dan hits banget soalnya gampang dan anti gagal (well kalo sampe gagal pasti yang salah slow cookernya hihi).

Gue udah nyimpen beberapa resep chocolate lava cake tapi versi dipanggang dan dari dulu masih belum gue coba karena kelupaan haha… Baca review ternyata bikin chocolate lava cake itu agak tricky, kalo manggangnya kelamaan akhirnya kuenya mateng sempurna dan ga ada adonan yang meleleh-leleh itu. Kalo manggangnya terlalu sebentar ya kuenya belum mateng dong.

Duluuu gue udah pernah liat resep versi slow cooker ini tapi mikir “masa sih enak” dan ga mau bikin. Ternyata minggu lalu ga sengaja buka twitter liat si Lei lagi bikin kue ini, setelah mateng katanya ENAK BANGET dan gue pun langsung tergiur. Apalagi dengan iming-iming tanpa usaha, tanpa mantengin oven, gue pun semangat ngejajal resep baru.

Resep yang gue tulis di bawah hanya 1/2 dari resep aslinya dan pas banget untuk slow cooker kapasitas 1.2 L. Adonannya agak meluap dikit di akhir-akhir tapi cuma dikiiit kok. Kalo mau bikin pake slow cooker 0.7 L, silakan resep gue dibagi 2 lagi ya… Trus kalo ga punya brown sugar juga ga usah bingung, ganti aja pake gula pasir biasa tapi takarannya dikurangin dikit. Rasanya tetep enak 🙂

Slow Cooker Chocolate Lava Cake dari Life as a Lofthouse

Bahan cake:

  •  3/4 cups brown sugar
  • 1 cup tepung serba guna
  • 3 sdm coklat bubuk
  • 2 sdt baking powder
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 cup susu
  • 2 sdm unsalted butter, lelehkan
  • 1/2 sdt vanilla essence

Bahan topping:

  • 1/2 cup brown sugar
  • 1/4 cup coklat bubuk
  • 1 1/2 cup air mendidih

Cara membuat:

  • Olesi bagian dalam slow cooker dengan sedikit minyak.
  • Campur brown sugar, tepung, coklat bubuk, baking powder, dan garam hingga rata.
  • Tambahkan susu, butter leleh, dan vanilla essence. Tuang ke dalam slow cooker.
  • Campur brown sugar (untuk topping) dan coklat bubuk, tuang ke atas adonan cake.
  • Tambahkan air mendidih, jangan diaduk.
  • Tutup slow cooker, nyalakan pada posisi high selama 2 – 2.5 jam.
  • Dinginkan sebentar, siap dinikmati dengan es krim vanilla!

Sesuai review dari Lei, cake ini enaaaak banget. Selamat mencoba 🙂

 

 

Coffee Banana Choco Chip Muffin

Jumpa lagi di edisi resep yang masiiiiih aja tentang muffin *dapet cibiran dari Lei dan Eryka*.

Resep kali ini sebetulnya tercipta karena gue salah nginget resep aslinya. Biasa deh kepedean kirain karena udah beberapa kali bikin bakal nglotok di otak dan ga usah liat-liat catetan lagi, apa daya ingatanku mengkhianatiku jadi resepnya melenceng.

Rencana awal mau bikin banana choco chip muffin pake resep biasa tapi mau ditambahin kopi, paling itu aja perubahannya. Eh ternyata butternya kurang jadi harus gue tambahin minyak sayur. Trus gue salah nginget takaran tepungnya, pantesan adonannya kok lebih padat, tapi gue pikir ga masalah karena cuma selisih 1/4 cup.

Hasilnya ternyata masih tetep enak, bahkan menurut gue lebih enak daripada muffin yang biasanya. Pendapat ini dibantah oleh Imron dengan kalimat “ah yang biasa juga enak, ini karena kamu udah lama ga bikin banana muffin makanya kesannya ini jadi enak banget”. Batal deh gue memuji muffin ini habis-habisan.

Walopun demikian, gue tetep bakal muji muffin salah resep ini, tapi levelnya gue kurangin dikit hahaha… Muffin ini cukup fluffy, cukup padat, cukup moist tanpa bikin paper cup basah-basah karena minyak, dan yang gue suka bagian atasnya (yang di atas paper cup) rasanya somehow kayak soft cookie. Nah lho lupa deh gue sama janji untuk ga memuji habis-habisan 😀

Coffee Banana Choco Chip Muffin

Bahan:

  • 1 3/4 cup tepung terigu
  • 1 sdt baking powder
  • 1 sdt baking soda
  • 1/4 sdt garam
  • 1/4 cup butter, lelehkan
  • 1 sdm minyak sayur
  • 1 sdm kopi instan, dilarutkan dalam
  • 1 sdm air panas
  • 2/3 cup gula pasir
  • 1 sdt vanilla essence
  • 2 buah pisang ukuran sedang, haluskan
  • 1 butir telur
  • 1/2 cup choco chip
  • Cara membuat:

  • Panaskan oven
  • Dalam wadah sedang, campur tepung, baking soda, baking powder, dan garam
  • Dalam wadah kecil, campur gula, telur, butter leleh, minyak sayur, larutan kopi, vanilla, dan pisang
  • Tuang adonan basah ke adonan kering, lalu tambahkan choco chip, aduk
  • Tuang adonan ke loyang, kalo mau bisa ditaburi choco chip lagi
  • Masukkan ke dalam oven, panggang selama 15 menit (atau cek kematangannya dengan cake tester/tusuk gigi, bagian atas muffin agak keras, ga mblesek kalo disentuh)
  • Angkat lalu dinginkan sebentar dan muffin siap dimakan 🙂
  • 20121014-072644.jpg

    Puding Coklat Saus Vanilla

    Gue sukaaaa banget puding coklat! Biasanya gue selalu minta dibuatin puding coklat sama nyokap, pudingnya coklat – sausnya coklat. Ga mbleneg soalnya memang ga terlalu manis, jadi rasanya enak 🙂 Puding ini ngetop banget di kalangan teman kuliah gue, soalnya dulu jaman kuliah biasanya ada acara buka puasa bersama di rumah gue (rumah nyokap maksudnya) dan puding ini ga pernah ketinggalan, pasti selalu ada di menu buka puasa. Bahkan waktu ada ajakan buka puasa bersama tahun lalu, teman-teman gue masiiih aja minta si puding coklat haha…

    Gue ga mau nulis resep puding nyokap gue karena gue sendiri ga hafal hehehe… Yang mau gue tulis itu resep lain yang gue gugling gara-gara pengen nyoba bikin puding coklat yang ga kayak puding nyokap. Nemunya ternyata di blognya Sefa, tapi blog yang lama. Resep aslinya dari alm. Bunda Inong (gue ga kenal dia tapi baca banyak cerita tentang dia, bikin terharu banget deh) yang ditulis ulang sama Sefa. Setelah percobaan pertama, resep itu gue modifikasi sedikit supaya lebih sesuai sama selera gue. Tapi resep aslinya udah enak, ga boong deh gue 🙂 Tinggal masalah selera aja, lebih suka puding yang gimana…

    Puding Coklat Saus Vanilla

    Dimodifikasi dari resep Bunda Inong yang dimuat di blognya Sefa

    Bahan puding:

    • 2 bungkus agar-agar (coklat/bening)
    • 100 gr gula pasir
    • 400 gr dark cooking chocolate (DCC)
    • 600 ml susu cair plain (full cream/low fat)
    • 300 ml air
    • 200 ml susu kental manis (SKM)
    • 2 kuning telur, kocok lepas

    Cara membuat:

    • Lelehkan coklat dengan cara ditim. Sisihkan.
    • Campur agar-agar, gula, susu, dan air. Panaskan hingga mendidih, aduk rata.
    • Tuang coklat leleh, aduk.
    • Ambil beberapa sdm larutan agar-agar dan tuang ke kuning telur yang sudah dikocok. Aduk lalu tuang kembali ke panci berisi larutan agar-agar. Didihkan lagi.
    • Matikan api, aduk larutan hingga uapnya hilang lalu tuang ke cetakan yang sudah dibasahi air.

    Saus Vanilla

    Bahan:

    • 1 buah vanilla pod ATAU 1 sdt vanilla essence
    • 3 sdm tepung maizena
    • 3 sdm gula pasir
    • sedikit garam
    • 1 kuning telur, kocok lepas
    • 600 ml susu cair (full cream/low fat)

    Cara membuat:

    • Belah vanilla pod, kerok dalamnya dan jangan buang kulitnya. Sisihkan.
    • Ke dalam panci, campur gula pasir, garam, dan tepung maizena. Kalau pake vanilla essence, campurkan juga vanilla essence di tahap ini.
    • Tuang susu cair, panaskan dan aduk hingga hampir mendidih.
    • Masukkan vanilla beserta kulitnya, aduk hingga mendidih.
    • Ambil beberapa sdm larutan, tuang ke kocokan telur dan aduk lagi, kembalikan campuran ini ke larutan susu.
    • Aduk hingga saus mengental, matikan api lalu dinginkan. Buang kulit vanilla pod.

    Dan ini puding Mickey kesukaan Nara…

    puding mickey

    Di foto ini sausnya masih yang pake vanilla essence, makanya ga ada titik-titik hitam dari vanilla asli. Kalo pake vanilla pod, wanginya beda dari vanilla essence, lebih enak…

    PS:

    1. Kalo suka puding yang padat, mendingan jumlah susu/airnya sesuai resep asli di blog Sefa/alm. Bunda Inong. Gue suka puding yang lebih lembut makanya susu/airnya gue tambahin dikit.
    2. Saus vanilla sesuai resep aslinya agak encer, makanya di resep ini tepung maizenanya gue tambahin.
    3. Kalo bikin saus vanilla pake SKM mending SKMnya 75 ml aja + gula pasir 25 gr (dan sisanya air/susu cair sampai total 400-500 ml termasuk SKM), menurut gue segitu manisnya pas.

    Double Chocolate Oat Muffin

    Akhirnya… setelah pencarian yang cukup lama (serius, gue udah nyoba 2-3 resep selama sekitar 6 bulan) untuk resep double chocolate muffin yang enak, pencarian gue bisa dikatakan berakhir 🙂 Gue ga yakin sih resep ini beneran muffin atau bukan, soalnya biasanya muffin yang gue bikin ga butuh mixer tapi resep ini ngebuat gue rela ngeluarin mixer jam 5 pagi. Saking penasarannya gue jabanin deh, abisnya fotonya keliatan enak.

    Resep asli dari King Arthur Flour tapi gue ambil dari Barbara Bakes yang ternyata ngambil dari Cinnamon Spice and Everything Nice. Agak panjang juga perjalanan si resep hehe… Resep yang gue tulis di bawah udah hasil modifikasi sedikit menyesuaikan dengan selera dan bahan yang ada di rumah.

    Double Chocolate Oat Muffin

    Hasil: 18 muffin (diameter 9.5 cm)

    Bahan:

    • 1/2 cup butter, suhu ruang
    • 2/3 cup coklat bubuk
    • 3/4 cup gula pasir
    • 2 sdt baking powder
    • 1/2 sdt garam
    • 1 sdt vanilla extract
    • 2 butir telur
    • 3/4 cup susu
    • 1/3 cup yogurt plain
    • 1/4 sdt baking soda
    • 1 cup tepung serba guna
    • 1 cup oat halus (dihaluskan dulu baru ditakar)
    • 1 1/2 cup dark choco chips

    Cara membuat:

    • Panaskan oven lalu siapkan loyang.
    • Aduk butter, coklat bubuk, gula pasir, baking powder, garam, vanilla, dan baking soda hingga lembut.
    • Masukkan telur lalu susu dan yogurt. Aduk rata.
    • Masukkan oat halus dan tepung, aduk rata.
    • Matikan mixer lalu beri choco chips, aduk menggunakan spatula.
    • Tuang adonan ke dalam loyang muffin, isi penuuuh supaya bentuknya bagus.
    • Panggang selama 20-25 menit, cek kematangan dengan tusuk gigi/cake tester.
    • Angkat lalu dinginkan.

    Kalo dimakan anget, aduh rasanya enaaaak banget. Teksturnya lembut (makanya gue pikir ini agak kayak cupcake) dan choco chipsnya leleh sedikit. Dengan takaran gula kayak di atas rasanya ga terlalu manis tapi coklat banget, buat yang suka manis mungkin chipsnya bisa diganti pake milk choco chips atau gulanya ditambah 2 sdm.

    Ai Em Bek – Dengan Resep Baru

    Hah aneh deh gue, lama ga nongol ujug-ujug hadir mau naro resep doang 😀 Ya udah gue cerita basa-basi dulu nih…

    Sekarang kehamilan gue udah masuk 21 minggu 🙂 Nafsu makan udah membaik (terlalu baik malah, kayaknya tiap liat makanan pengen gue masukin mulut), udah ga mual-mual lagi dan ternyata tetep doyan tidur haha… Oh ya, tampaknya adeknya Nara bakal cowo. Hilang sudah harapan gue ngasih nama anak Nareswari tapi tenang aja, gue pasti akan ngasih nama yang ga kalah keren (halah).

    Selain itu apa ya… Nara makin bawel, cerewet banget dan doyan nyanyi. Masih tergila-gila sama baby tv walopun dia udah bukan baby lagi. Semakin beo dan sekarang dia mulai niruin lagu/percakapan di baby tv, jadilah dia ngoceh dengan bahasa Inggris yang kurang jelas 😀 Trus dia juga makin suka baca buku (hore!) dan suka minta diceritain sebelum tidur. Masih belum sadar kalo dia mau punya adek tapi masih tetep terpesona sama perut gue yang membesar. Bingung kali dia, ini bunda makan apa sih kok perutnya besar banget 😛 Nara juga lagi seneng banget sama kancing baju dan piyama batik murah meriah, udah beberapa bulan begitu dan tampaknya masih belum lewat fasenya. Ah ngomongin Nara jadi kangen.

    Dan mari kita mengalihkan perhatian dari kekangenan terhadap Nara ke… muffin yang baru gue buat. Yaelah muffin lagiii… Biarin ah, abisnya apa lagi yang bisa gue bikin jam 5 pagi dan udah mateng sebelum jam 630? Kalo wknd sih gue pengen bikin yang lebih ribet dari muffin (gaya) tapi kasur tampak memanggil-manggil hihi…

    Ini muffin nemunya ga sengaja, lupa lagi browsing apa malah klik link sana-sini dan nemu oat chocolate streusel muffin (bener ga namanya). Pas ngeliat langsung deh “tring” bagaikan ada bohlam menyala di kepala gue dan suara hati gue berkata “gue belum pernah bikin muffin yang pake chocolate streusel”! Nah. Liat bahan-bahannya sih bakal enak jadinya dan langsung gue menjadwalkan pengen nyoba tapi sayang seribu sayang, tepung gue abiiisss!! Ih sebel. Akhirnya batal bikin dan sampe kebawa mimpi lho (lupa apa persisnya, tapi intinya gue bete keabisan tepung). Kemaren siang udah beli tepung dan siap mencoba pagi ini!

    Peringatan dulu nih, bahan-bahannya gue modifikasi sesuai dengan apa yang gue punya karena: 1. gue lagi ga punya choco chip, udah nyari di TBK tapi tinggal yang rasa aneh2 gitu; 2. gue ga pake buttermilk dan males aja meres lemon jam  5 pagi; 3. oatnya gue kurangin karena takut terlalu seret; dan 4. gulanya gue kurangin karena seperti biasa resep bule suka kemanisan buat gue. Here we go!

    Oat Chocolate Crispy Muffin with Chocolate Streusel (namanya panjang banget) diadaptasi dari Bake or Break

    Bahan muffin:

    • 1 1/4 cup tepung serba guna
    • 3/4 cup oat
    • 1/2 cup chocolate crispy
    • 1 sdt baking powder
    • 1/2 sdt baking soda
    • 1/2 sdt garam
    • 1/2 cup susu
    • 2/3 cup gula palem
    • 1/4 cup minyak sayur
    • 1 butir telur

    Bahan streusel:

    • 3 sdm gula pasir
    • 1/4 cup tepung serba guna
    • 2 sdm coklat bubuk
    • 2 sdm butter, lelehkan

    Cara membuat:

    • Campur tepung, oat, choco crispy, baking powder, baking soda, dan garam.
    • Di wadah lain campur susu, gula palem, minyak sayur, dan telur. Masukkan ke wadah bahan kering, aduk.
    • Untuk streusel, campur semua bahan jadi satu. Sisihkan.
    • Tuang adonan muffin ke loyang (jadi 12 buah) lalu beri streusel di atasnya.
    • Panggang selama sekitar 20 menit.

    Dan ini foto asisten gue yang ganteng dengan salah satu piyama batik andalan 🙂 Posenya rada aneh, itu dia lagi nyomotin choco crispy yang gue pake jadi properti foto hehehe…

    Gue ngerasa kok foto muffinnya terlalu coklat ya, tapi bingung mau naro apa supaya ada warna lain. Kepikiran pengen ngasih gelas isi susu, lha kok gelas gue yang bening dan bagus tak tampak di laci dapur. Mau naro susu di mangkok kok kesannya kayak ngasih susu buat kucing hihi… Akhirnya coklat lagi coklat lagi. It’s OK lah, lumayan hasilnya buat foto-kilat-sebelum-ngantor walopun gue bener-bener harus beli tripod nih soalnya fotonya banyak yang goyang.

    Donat Panggang

    Udah beberapa hari ini gue kepikiran untuk baking sesuatu, kangen baking setelah lebih dari 1 bulan ga bikin apa-apa. Niatnya pengen nyoba Donauwelle tapi belum sempat nyari sour cherry, ditunda dulu deh. Bikin muffin/cupcake udah bosen, males. Gaya banget deh bilang bosen, padahal bikinnya juga jarang dan resepnya itu-itu aja 😀 Inget-inget loyang yang ada di rumah, loyang donat baru dipake 1x untuk bikin cream cheese donut. Nah kayaknya cocok bikin donat panggang, bisa buat sarapan dan gampang.

    Browsing-browsing, ternyata resep donat coklat panggang udah tambah banyak dibanding beberapa bulan lalu. Kenapa gue tau? Soalnya dari dulu udah sering browsing tapi ga bikin-bikin haha…

    Gue nyoba resep dari sini (http://momadvice.com/blog/2011/04/fluffy-baked-chocolate-donuts) dengan beberapa modifikasi. Resep yang gue tulis di bawah udah resep versi gue, nanti reviewnya gimana bisa dibaca juga ya 🙂

    Baked Chocolate Donut

    Bahan:
    – 1 cup tepung terigu serbaguna
    – 1/4 cup coklat bubuk
    – 1/2 sdt baking soda
    – 1/4 sdt garam
    – 1/2 cup susu
    – 1/3 cup palm sugar
    – 1 butir telur
    – 4 sdm butter, lelehkan
    – 1/8 sdt kopi instan, larutkan dengan 2 sdm air panas
    – 1/8 sdt esens vanilla

    Cara membuat:
    – Panaskan oven
    – Campur tepung terigu, coklat bubuk, baking soda dan garam (kalo mau hasilnya halus, bisa diayak)
    – Dalam wadah terpisah, campur sisa bahan lainnya
    – Masukkan bahan basah ke dalam mangkuk bahan kering, aduk rata
    – Tuang ke loyang, isi 3/4 penuh
    – Panggang selama 13 menit atau hingga permukaan donat membal (bola kali??) jika disentuh
    – Dinginkan di atas cooling rack

    Dan ini beberapa poin yang harus dicamkan baik-baik kalo mau nyoba resep itu:
    – 1/4 cup coklat bubuk (gue pake Van Houten) menurut gue jadinya terlalu pekat, lain kali kalo bikin lagi bakal gue kurangin jadi 3 sdm aja.
    – Di resep asli, gulanya 1/2 cup tapi karena gue ngeri baca gula segitu banyak, gulanya gue kurangin. Hasilnya? Rasa donatnya rada tawar kalo dimakan tanpa glaze. Karena tadi gue makan pake Nutella yang manis, rasanya jadi pas. Silakan dikira-kira lagi enaknya pake gula seberapa, disesuaikan sama glaze ya…
    – Gue sempet bingung (selama nyaris seharian, tepatnya) kok bisa sih dengan adonan yang sama dan loyang yang (kira-kira) sama, gue bikin 10 donat sedangkan resep aslinya cuma jadi 6 donat? Trus kenapa adonan gue lebih encer? Dulu juga gue pernah bikin cream cheese donut adonannya kental, kenapa ini beda banget ya? Ternyata sodara-sodara… Gue salah masukin butter!! Harusnya cuma 4 sdt gue masuk 4 sdm 😀 Jelas aja encer. Ga nyesel kok, soalnya jadinya enak banget empuk2 gitu, ato bahasa kerennya: menul-menul 🙂 Tapi diinget-inget aja buat yang mau nyoba, aslinya cuma 4 sdt ya.

    Choco Malt Muffin

    Pengakuan dulu nih, gue blom makan muffin ini sama sekali. Kalo adonannya sih udah nyolek dikit, soalnya tadi pas masukin ke loyang gue lupa kalo gue lagi puasa 😀 Adonannya sih enak, makanya berbekal colekan-tak-sengaja itu plus review dari Imron (dan Nara), gue berani naro resepnya di sini.

    Resepnya gue utak-atik dikit dari resep strawberry cream cheese muffin di sini, gue suka banget tipe muffin yang banyak butter dan susunya makanya mo ngambil resep itu aja. Sebagian orang ga suka sih muffin yang kayak gini, katanya “kurang muffin” dan “kayak cupcake” tapi itu tergantung selera lah ya… Oya, buat yang mo nyoba resep strawberry cream cheese muffin yang gue kasih linknya tadi, please please please jangan tambahin vanilla essence/powder ke dalam campuran cream cheesenya karena rasanya jadi pait parah. Gue masukin 1 sdt vanilla essence (resep aslinya 1 sdm) dan muffinnya ga bisa dimakan 😦 Yes, 18 warm muffins gone to waste bin. Emang harusnya gue ngikutin kata hati (haiyah) aja, awalnya gue udah ga mau nambahin si vanilla essence. Ga tau sih kalo pake vanilla extract beneran rasanya bakal enak ato ga, kayaknya enak sih soalnya itu yang tertulis di resep asli. Yah gue anggap aja itu pengalaman, yang memakan biaya 1 resep hehehe… Lain kali gue bakal bikin lagi si strawberry cream cheese muffin tapi ga pake vanilla di campuran cream cheesenya.

    Waks pembukannya udah panjang sampe ngomongin resep lain, jadi gue mulai ngomongin resep choco malt muffin aja deh…

    Tadi pagi gue kebangun jam 4 kurang dan nyari-nyari apa yang bisa dijadiin makanan sahur, karena males makan akhirnya gue minum susu doang. Abis sahur gue kepikir untuk tidur lagi (udah siap-siap selonjoran di kasur) tapi kok kasian sama Imron dan Nara ga punya makanan buat sarapan, akhirnya gue bangun lagi dan nyiapin bahan muffin. Pengen bikin muffin coklat tapi ga mau pake coklat bubuk yang ada di dapur (IMO rasanya aneh, ga bakal beli merk itu lagi) dan maunya pake susu coklat. Kadang suka bingung sih ngeliat resep pancake/muffin coklat kok ga ada yang pake susu coklat ya, pasti susu plain semua. Berbekal kesuksesan pancake ini, gue mikir mau pake susu coklat buat muffin coklat. Abis itu mikir lagi takut rasanya kurang “nyoklat” kalo mengandalkan rasa coklatnya susu, eh inget masih punya Milo 3 in 1 di dapur dan gue putuskan untuk pake itu buat tambahan 🙂 Sebetulnya gue udah penasaran banget sama choco malt cake tapi selalu males bikinnya, gpp deh dimulai dengan choco malt muffin aja.

    Choco Malt Muffin
    Untuk 11 buah muffin diameter 9 cm

    Bahan:
    – 1 cup tepung serba guna
    – 1/4 cup vanilla sugar
    – 1 sdt baking powder
    – 1/4 sdt garam
    – 1/2 cup susu coklat
    – 1/4 cup unsalted butter, lelehkan
    – 1 butir telur
    – 1 sachet Milo Original 3 in 1
    – almond atau white choco chip (optional)

    Cara membuat:
    – campur tepung terigu, vanilla sugar, baking powder, garam, dan Milo
    – di wadah terpisah campur susu coklat, mentega leleh, dan telur, aduk
    – tuang bahan basah ke dalam wadah bahan kering, aduk
    – tuang adonan ke dalam loyang, taburi white choco chip atau almond (gue pake almond)
    – panggang selama 20 menit di dalam oven yang sudah dipanaskan (putar loyang setelah 10 menit pertama)
    – dinginkan sebentar di atas cooling rack lalu muffin pun siap dimakan 🙂

    Testimonial dari Imron dan Nara (anak ini belum bisa ngomong tapi dia ga nolak si muffin) katanya enak 🙂 Barusan gue ngasih ke temen gue juga katanya oke, manisnya pas dan Milonya terasa. Selamat mencoba dan semoga suka!