Puding Coklat Saus Vanilla

Gue sukaaaa banget puding coklat! Biasanya gue selalu minta dibuatin puding coklat sama nyokap, pudingnya coklat – sausnya coklat. Ga mbleneg soalnya memang ga terlalu manis, jadi rasanya enak 🙂 Puding ini ngetop banget di kalangan teman kuliah gue, soalnya dulu jaman kuliah biasanya ada acara buka puasa bersama di rumah gue (rumah nyokap maksudnya) dan puding ini ga pernah ketinggalan, pasti selalu ada di menu buka puasa. Bahkan waktu ada ajakan buka puasa bersama tahun lalu, teman-teman gue masiiih aja minta si puding coklat haha…

Gue ga mau nulis resep puding nyokap gue karena gue sendiri ga hafal hehehe… Yang mau gue tulis itu resep lain yang gue gugling gara-gara pengen nyoba bikin puding coklat yang ga kayak puding nyokap. Nemunya ternyata di blognya Sefa, tapi blog yang lama. Resep aslinya dari alm. Bunda Inong (gue ga kenal dia tapi baca banyak cerita tentang dia, bikin terharu banget deh) yang ditulis ulang sama Sefa. Setelah percobaan pertama, resep itu gue modifikasi sedikit supaya lebih sesuai sama selera gue. Tapi resep aslinya udah enak, ga boong deh gue 🙂 Tinggal masalah selera aja, lebih suka puding yang gimana…

Puding Coklat Saus Vanilla

Dimodifikasi dari resep Bunda Inong yang dimuat di blognya Sefa

Bahan puding:

  • 2 bungkus agar-agar (coklat/bening)
  • 100 gr gula pasir
  • 400 gr dark cooking chocolate (DCC)
  • 600 ml susu cair plain (full cream/low fat)
  • 300 ml air
  • 200 ml susu kental manis (SKM)
  • 2 kuning telur, kocok lepas

Cara membuat:

  • Lelehkan coklat dengan cara ditim. Sisihkan.
  • Campur agar-agar, gula, susu, dan air. Panaskan hingga mendidih, aduk rata.
  • Tuang coklat leleh, aduk.
  • Ambil beberapa sdm larutan agar-agar dan tuang ke kuning telur yang sudah dikocok. Aduk lalu tuang kembali ke panci berisi larutan agar-agar. Didihkan lagi.
  • Matikan api, aduk larutan hingga uapnya hilang lalu tuang ke cetakan yang sudah dibasahi air.

Saus Vanilla

Bahan:

  • 1 buah vanilla pod ATAU 1 sdt vanilla essence
  • 3 sdm tepung maizena
  • 3 sdm gula pasir
  • sedikit garam
  • 1 kuning telur, kocok lepas
  • 600 ml susu cair (full cream/low fat)

Cara membuat:

  • Belah vanilla pod, kerok dalamnya dan jangan buang kulitnya. Sisihkan.
  • Ke dalam panci, campur gula pasir, garam, dan tepung maizena. Kalau pake vanilla essence, campurkan juga vanilla essence di tahap ini.
  • Tuang susu cair, panaskan dan aduk hingga hampir mendidih.
  • Masukkan vanilla beserta kulitnya, aduk hingga mendidih.
  • Ambil beberapa sdm larutan, tuang ke kocokan telur dan aduk lagi, kembalikan campuran ini ke larutan susu.
  • Aduk hingga saus mengental, matikan api lalu dinginkan. Buang kulit vanilla pod.

Dan ini puding Mickey kesukaan Nara…

puding mickey

Di foto ini sausnya masih yang pake vanilla essence, makanya ga ada titik-titik hitam dari vanilla asli. Kalo pake vanilla pod, wanginya beda dari vanilla essence, lebih enak…

PS:

  1. Kalo suka puding yang padat, mendingan jumlah susu/airnya sesuai resep asli di blog Sefa/alm. Bunda Inong. Gue suka puding yang lebih lembut makanya susu/airnya gue tambahin dikit.
  2. Saus vanilla sesuai resep aslinya agak encer, makanya di resep ini tepung maizenanya gue tambahin.
  3. Kalo bikin saus vanilla pake SKM mending SKMnya 75 ml aja + gula pasir 25 gr (dan sisanya air/susu cair sampai total 400-500 ml termasuk SKM), menurut gue segitu manisnya pas.

Homemade Vanilla Sugar

Napak tilas dikit ke masa lalu, waktu awal-awal belanja ke toko bahan kue (TBK) dan nyari vanilla extract gue cuma nemu vanilla bubuk, daripada ga punya vanilla ya udah gue angkut aja.

Beberapa bulan kemudian, gue liat pure vanilla extract tinggal 1 botol tapi ga jadi gue beli setelah tau harganya di atas 100rb untuk botol yang ukurannya ga besar. Naluri pengiritan gue mengalahkan naluri baker odong-odong, and just like that, pure vanilla extract itu gue taro lagi.

Nah sekitar 2 minggu yang lalu gue agak tertohok, soalnya baca-baca di internet katanya beberapa baker cuma mau pake pure vanilla extract dan ga mau pake vanilla yang lain (apalagi vanilla bubuk, palsu itu palsu!). Langsung gue telfon ke TBK langganan, katanya pure vanilla extract udah abis dan ga tau kapan ada lagi. Sebetulnya gue punya vanilla pod, tapi kan makenya agak ribet ga bisa tinggal tuang, apalagi harganya juga mahal (tetep ya harga menjadi masalah haha). Gue punya juga karena kebetulan dibeliin sama temen gue, katanya dia nemu yang murah makanya gue dibawain. Karena masih males make vanilla pod gue pun bertahan pake vanilla bubuk selama beberapa minggu.

Selama itu gue masih aja nelongso mikirin pure vanilla extract yang dulu batal gue beli. Terdengar lebay tapi ya beneran deh kepikiran hihi…

Sampai kemudian gue ga sengaja baca resep yang (lagi-lagi) nyuruh untuk pake pure vanilla extract, dan iseng scroll ke bagian comment. Di situ ada yang nanya, apa pure vanilla extract itu halal ya? Wah, gue beneran baru tau deh kalo pure vanilla extract itu haram. Maksud gue, apa sih haramnya vanilla? Karena penasaran, mulai deh gue gugel sana-sini, dan dapet jawabannya.

Ternyata vanilla itu halal, tapi proses pembuatan pure vanilla extract ngebuat benda itu jadi haram. Untuk proses ekstraksi vanilla, pelarut yang digunakan adalah alkohol. Coba aja gugel “homemade pure vanilla extract” ato “vanilla extract recipe”, di situ ada cara pembuatannya. Caranya gampang banget sih, tinggal ambil vanilla pod dan dicemplungin dalam vodka/brandy/cognac trus didiemin selama 6 bulan. Kalo prosesnya kayak gitu, berarti jelas haram ya karena nanti bahan yang kita pake kan alkoholnya. No wonder menurut definisi FDA, pure vanilla extract itu selalu mengandung minimal 35% alkohol.

Masih penasaran, gue gugel lagi ada ga sih pure vanilla extract yang halal? So far kayaknya masih blom ada, jadi semua pure vanilla extract itu haram. Kalo ada vanilla essence, biasanya itu halal karena pake vanilla sintetis dan ga melewati proses ekstraksi pake alkohol. Jadi pilihan yang halal bisa pake vanilla bubuk ato vanilla essence ato vanilla pod asli.

Gara-gara itu gue jadi mikir, gimana ya biar kue-kue yang gue buat tetep punya aroma vanilla “asli” tanpa gue repot-repot ngebukain vanilla pod? Iseng deh pengen bikin vanilla sugar supaya gula yang gue pake wangi 🙂

Caranya ternyata juga gampang banget. Bisa pake vanilla pod utuh ato vanilla pod bekas (isinya udah dipake masak, tinggal kulitnya), tinggal disesuaikan aja jumlahnya. Ada beberapa cara, tapi ini yang gue pake.

1. Ambil 1 batang vanilla pod, belah dan potong jadi 4 bagian. Kalo pake kulitnya berarti butuh lebih banyak, sekitar 3 ato 4.
2. Siapkan 1/2 – 1 kg gula pasir, masukkan dalam wadah kedap udara.
3. Masukkan vanilla pod yang telah dibelah ke dalam wadah tersebut, tutup lalu kocok sebentar.
4. Kocok secara berkala (gue kocok 1x/hari) agar aromanya merata, lakukan selama 2 minggu.
5. Vanilla sugar siap digunakan 🙂 Kalo persediaan gulanya mulai menipis tinggal ditambah sama gula baru dan dikocok lagi.

Gampang banget kan? Ga sabar nunggu sampe 2 minggu supaya bisa dipake baking 🙂

Sekarang gue bersyukur banget sifat irit gue mengalahkan sifat pengenan gue, gara-gara itu gue batal make produk haram.

BTW tulisan kali ini preambulenya banyak banget ya, padahal isinya mah cuma seiprit hihi…

Vanilla Choco Chip Muffin

Sebetulnya weekend ini gue mau bikin Tiramisu Cupcake atau Green Tea Cupcake, tapi gabungan antara malas dan bahan yang kurang ngebuat gue balik lagi ke Banana Choco Chip Muffin. Eh ternyata pisangnya malah menghilang dari peredaran! Utak-atik resep sedikit, jadi deh Vanilla Choco Chip Muffin buat sarapan.

Vanilla Choco Chip Muffin

Bahan:
– 1 1/2 cup tepung terigu
– 2/3 cup gula pasir
– 1/3 cup butter (dilelehkan)
– 1/2 cup choco chip
– 1 sdt baking soda
– 1 sdt baking powder
– 1 sdt vanilli bubuk
– 1/4 sdt garam
– 1 butir telur
– 1/2 cup susu

Cara membuat:
– campur tepung terigu, garam, baking soda, baking powder, dan vanilli bubuk
– dalam wadah lain campur butter yang sudah dilelehkan, gula pasir, susu, dan telur
– tuang bahan basah ke dalam bahan kering dan aduk agar menyatu
– terakhir masukkan choco chip dan aduk sebentar lagi
– tuang adonan hingga sekitar 3/4 cup dan masukkan ke dalam oven yang sudah dipanaskan
– panggang selama 10 menit (temperatur 100 C) dan putar loyang agar matangnya merata
– panggang lagi selama 10 menit hingga matang
– muffin siap dinikmati, bisa dimakan langsung atau diberi olesan butter 🙂